UPT Pusat Komputer Universitas
Trisakti
UPT Pusat Komputer
Universitas Trisakti adalah
pusat komputer dari Universitas Trisakti sendiri dan Puskom ini berada di
gedung E lantai 8. Kepala Pusat
Komputer adalah Agung Sediyono, Ir.,M.T, Ph.D. Dan terdapat 3 sub unit, yaitu bagian sistem informasi,
bagian pelatihan, bagian pengadaan. Jaringan pada UPT puskom ditangani oleh unit
yaitu Tim IT dan UPT Puskom (Pusat Komputer).Tim IT yang diketuai oleh pa
Samuel dan menangani semua masalah jaringan sedangkan puskom hanya sebagai
pelaksana saja.
Pusat komputer
Universitas Trisakti memiliki 9 buah database pada Fakultas Teknologi Industri.
Server akademik Fakultas Hukum, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas
Kedokteran Gigi, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Kebumian
Energi terdapat pada UPT puskom dan juga masing-masing fakultas. Keamanan
server langsung ditangani oleh pa Agung dan pa Taufik.
Perencanaan
selanjutnya semua database dan server pada masing-masing fakultas akan digabung
di puskom. Masalah yang sekarang dihadapi adalah wisuda dan mahasiswa baru.
Kontak:
Foto-Foto di UPT Puskom
Universitas Trisakti
a.
Foto di
ruang server UPT Puskom
Balai Sidang Jakarta Convention
Center
Balai Sidang Jakarta Convention Center meliputi sekitar
120.000 meter persegi dan terdiri dari ruang teater gaya putaran, dua ruang
pameran, ruang pertemuan, ruang perjamuan, lobi utama yang luas dan lobi bawah
atmosfer, ruang VIP dan lounge, dan sepuluh ruang pertemuan lebih lanjut yang
dapat dikonfigurasi untuk menyesuaikan kebutuhan acara tertentu. Balai Sidang
Jakarta Convention Center juga memiliki fasilitas katering di-rumah, pusat
bisnis, departemen seni, dan tim berkebun. Gudang kami terikat memfasilitasi
pemeriksaan kepabeanan cepat barang sementara impor.
Sebuah independen 6.000 ruang parkir mobil terletak langsung
di depan pusat konvensi, dan pilihan menengah sampai tinggi jarak hotel berada
dalam berjalan atau jarak mengemudi singkat.
Balai Sidang Jakarta Convention memiliki dua ruang pameran,
masing-masing dengan mereka sendiri 1.000 meter persegi lobi dan jalur akses.
Kedua ruang memiliki ketinggian langit-langit sembilan meter, dan dilengkapi
dengan outlet telepon dan komunikasi, poin audio visual, sumber daya tunggal
dan 3-fase, dan lantai kotak untuk akses listrik, dan
saluran telepon. Truk memiliki akses langsung ke ruang kedua untuk loading
mudah.
Pada
kunjungan ke JCC, kami ditempatkan di Maleo Room. Dalam kunjungan di Maleo Room
tersebut, ada Ibu Meliazana sebagai MC, Bapak Jamal Komarudin sebagai
Instruktur Safety Emergency, Bapak Ivan Oktarizal sebagai Wakil Manajemen,
Bapak Salis sebagai Staff IT dan juga Ibu Mirtha sebagai Public Relations.Yang dikelola bidang IT di Balai Sidang Jakarta Convention, induk IT merupakan technical
operation dan juga terdapat seksi didalamnya audio visual, lighting, maintenance dan IT itu sendiri. Di IT
terdapat bagian juga seperti, network, aplikasi data center officer, dan
technical assistant.
Pada tahun 1995, JCC sudah dapat memprovide internet
access sendiri dengan menggunakan broadband line telepon dan pertama kali
menggunakan domain “co.id”. Mailserver dan Webserver dikelola sendiri oleh
bagian IT. Server antivirus menggunakan symantec endpoint versi 12. Pada tahun
2004 JCC menyediakan layanan internet gratis namun ditengah jalan wifi akhirnya
di putus karena ada konflik. Namun jika ada event-event yang membutuhkan IT
baru digunakan.
Perbaruan atau migrasi teknologi dibutuhkan waktu enam
bulan atau satu tahun, sebelum migrasi digunakan teknologi atau hardware yang
lama terlebih dahulu. Karena JCC sendiri bergerak pada bidang hospitality jadi
sistem nya masih sederhana.
Pertanyaan :
Aditya Wirawan
-
Apakah ada tenaga
bantuan dari asing untuk mengatur sistem IT di JCC?
-
Ada berapa anggota
yang bekerja di bidang IT?
Jawaban :
-
Masalah yang ada
pada sistem IT masih dapat ditangani oleh bidang IT di JCC. Namun design web
dari tenaga ahli asing.
-
Ada 2 orang.
Pertanyaan:
Okky Rengga
-
Perbedaan dan
kelebihan JCC dengan Convention Center
lain nya.
-
Pernah dibandingkan
tidak teknologi IT JCC dengan convention center lainnya.
Jawaban:
-
Lokasi nya
ditengah-tengah kota.
-
Sistem one stock
shopping, ruangan, sound system, lightening, food and beverage, gardening dan
semuanya ditangani sendiri di JCC. Sedangkan tempat lain ada juga yang masih
nge-supply.
-
Service Manager
from A to Z, satu service manager bertugas mengelola akses kitchen, lighting
dan lain-lain hingga acara selesai.
-
JCC tidak pernah
membandingkan teknologi IT nya karena memiliki standart nya sendiri.
Foto-Foto di divisi IT Balai Sidang JCC
b.
Gambar Server yang
lama digunakan (masih Berfungsi)
c.
Gambar komputer
yang digunakan sebagai mailserver dan webserver
d.
Gambar server yang
baru
e.
Gambar ruang design
untuk mendesign web
f.
Gambar kelompok i
di loby office JCC
Risti PT. Telkom Indonesia,
Bandung
Sejarah
TELKOM RisTI dimulai pada tahun 1979 yang ditandai dengan berdirinya Pusat
Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi (Pusdiklitbangtel).
Sejalan dengan meningkatnya peran penelitian dan pengembangan serta kegiatan
yang berfokus pada penelitian dan pengembangan, organisasi ini pada tahun 1985
memisahkan diri dengan menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan
(Pusdiklitbang). Pada tahun 1990 fungsi perencanaan ditambahkan, sehingga unit
ini berubah nama sesuai dengan fungsinya menjadi pusat Perencanaan Penelitian
dan Pengembangan (Pusrenlitbang).
Seiring
dengan perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi serta untuk
menentukan arah yang jelas, pada tahun 1993 unit ini mulai melakukan
pemutakhiran visi, strategi dan sumber daya yang strategis sebagai batu pijakan
sehingga fungsi unit ini pun kembali disesuaikan dengan mengambil fokus pada
teknologi informasi dan berubah nama menjadi Pusat Perencanaan dan Pengembangan
Teknologi Informasi (Pusrenbangti).
Pada
tahun 1995, unit ini kembali mengalami restrukturisasi guna menyesuaikan diri
dengan kebutuhan dunia telekomunikasi dan antipasi perkembangan di masa datang.
Dan sejak itulah unit ini berubah nama menjadi Divisi Riset Teknologi Informasi
(RisTI). Pada tahun yang sama, sebagai bagian pelaksanaan strategi, RisTI
merenovasi lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk mendapatkan suatu lingkungan
kerja yang terbuka, transparan dan berteknologi tinggi. Secara pararel RisTI
juga mulai merintis pengembangan IT-Based Office dengan basis intranet
RisTINet. RisTI kembali mencapai milestone monumental dengan melakukan take
off pada tahun 1997 yang ditandai dengan diresmikan sarana dan prasarana
RisTI oleh Menparpostel bersamaan dengan diterimanya sertifikat UKAS/NAMAS oleh
Rumah Uji RisTI serta diimplementasikannya secara penuh IT-Based Office.
Sejak saat itu RisTI mulai berbagi informasi dengan komunitas luar melalui
program RisTI Visit Year.
Perintisan
program Research Development Partner (RDP) dengan mitra global juga
dimulai dengan antisipasi terhadap kebutuhan RisTI di masa datang. Pada tahun
ini pula produk RisTI mulai didaftarkan untuk pertama kalinya pada Direktorat
Jenderal HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). RisTI mulai menapakkan kakinya
menuju suatu pusat RDI (Research Development Innovation) bidang
Teknologi Informasi yang bersifat global dan disegani, yang juga berfungsi
untuk membangun komunitas Teknologi Informasi di Indonesia sekaligus mendorong
pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui pemanfaatan Teknologi Informasi.
RisTI
sebagai product developer dan sistem developer telah mengeluarkan
produk-produk berupa spec dan standar telekomunikasi yang dijadikan
acuan bagi pemanfaatan teknologi telekomunikasi, produk subsitusi, layanan
informasi, software aplikasi dan lain-lain. Sebagai unit dari PT.
TELKOM, RisTI terus melakukan kegiatan riset, pengembangan teknologi, inovasi
produk, sistem dan proses dengan memanfaatkan sumber daya secara maksimal untuk
mengantisipasi perubahan teknologi dan tuntutan pelayanan dalam memenangkan
persaingan. Sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan tantangan lingkungan
industri jasa telekomunikasi Indonesia saat ini dan beberapa tahun ke depan,
telah dilakukan pembaharuan srategi korporasi TELKOM.
Untuk
itu, melalui Keputusan Direksi PT. Telekomunikasi Indonesia nomor : KD
17/PS150/CTG-00/2003, Divisi RisTI kembali mengalami restrukturisasi dan
namanya berubah menjadi Pusat Riset dan Pengembangan (R & D Center), yang
selanjutnya disebut TELKOM RisTI yang dimaksudkan sebagai penyesuaian bentuk
organisasi Divisi Riset Teknologi Informasi terhadap strategi perusahaan.
Tujuan pembentukan TELKOM RisTI adalah terbentuknya pusat pengelola riset
teknologi perusahaan yang lebih kondusif di dalam mengoptimalkan dukungannya
terhadap peningkatan kapabilitas perusahaan melalui pengembangan produk
berbasis jaringan dan teknologi informasi.
Bidang
usaha TELKOM RisTI adalah pengembangan produk aplikasi dan layanan berbasis
jaringan (Network Based Services), pengembangan infrastruktur jaringan
untuk semua unit bisnis TELKOM serta aktivitas riset lainnya yang dibutuhkan
perusahaan. Divisi Riset Teknologi Informasi (RisTI) bertanggung jawab
mendukung perusahaan dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi komunikasi
informasi yang optimal sesuai dengan kondisi negara Indonesia serta
pengembangan dan implementasi sistem manejemen mutu.
Secara
struktur Divisi RisTI berada dibawah pembinaan Direktur Perencanaan dan
Teknologi. Organisasi kantor Divisi RisTI terdiri dari unsur pimpinan divisi,
unit kerja teknostruktur, unit kerja pendukung, dan unit kerja operasional.
Unsur pimpinan Divisi adalah Kepala Divisi RisTI. Unit Kerja teknostruktur
adalah bidang riset dan pengembangan. Unit kerja pendukung adalah bidang
adminstrasi dan umum. Bidang jaringan akses dan bidang Quality Assurance,
Reliability dan Security (QRC).
Beberapa
tujuan jangka pendek dan jangka panjang Divisi Riset Teknologi Informasi adalah
sebagai berikut:
a.
Pengembang pusat perencanaan jaringan PT. TELKOM.
b.
Penyediaan laboratorium yang lengkap.
c.
Pengembangan sumber data Teknologi Telekomunikasi PT. TELKOM.
d.
Pengembangan service Telekomunikasi dan Teknologi masa depan.
e.
Pengembangan Teknologi Manajemen Infrastruktur.
f.
Mengembangkan Link dengan Industri Telekomunikasi.
Berikut ini kegiatan saat kunjungan
ke RisTi Telkom Bandung :
1. Pembukaan
2. Sambutan
Tamu
3. Sekilas
Telkom
4. Sekilas
R&D Center
5. Paparan
Bandung Digital Valley
6. Kunjungan
Bandung Digital Valley
Telkom
merupakan milik dari BUMN dan sudah berdiri sekitar 156 Tahun. Saham Telkom
sendiri dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia sebesar 52, 47% dan sisanya
dipegang pemegang saham public sebesar 47, 53%. Telkom mempunyai dua tujuan
atau dua tugas, yaitu memberikan layanan telekomunikasi untuk seluruh rakyat
Indonesia dan memberikan keuntungan bagi pemegang saham. Singkatan dari TIME
menjelaskan bahwa Telkom merupakan operator Telekomunikasi, Informasi, Media
dan Edutainment. Menyediakan telekomunikasi berupa telepon ( fixed wireline,
fixed wireless dan seluler ), data & internet, jasa jaringan &
interlokal serta application.
Telkom
juga memiliki unit kerja yang didukung oleh unit operasional dan juga unit
pendukung. Berikut bagan dari Unit Kerja Telkom :
Untuk
R&D Center sendiri adalah unit bisnis Pendukung PT. Telekomunikasi
Indonesia, Tbk yang secara struktural bertanggung jawab langsung kepada
Direktur Network & Solution. Sejalan dengan perubahan pengorganisasian
bisnis menuju pada model customer centric organization , fungsi riset dan
pengembangan perusahaan lebih diberdayakan dan fokus pada peran membangun
kapabilitas perusahaan dalam mempersiapkan pengembangan service dan produk
unggulan serta dapat mengantisipasi trend perkembangan bisnis yang berbasis
teknologi informasi dan Komunikasi. Tugas-tugas R&D Center adalah :
1. Riset
& pengembangan produk dan layanan
2. Merencanakan
produk dan layanan Telkom
3. Pengujian
perangkat telekomunikasi untuk Telkom
4. Riset
bisnis Telkom
Struktur
organisasi dari R&D Center adalah seperti yang dipaparkan pada bagan yang
ditampilkan di bawah ini :
Telkom juga mendirikan
Bandung Digital Valley dalam upaya untuk mendukung pengembangan aplikasi dan
konten, serta membangin industry ICT Nasional. Bandung Digital Valley juga akan
memberikan advokasi teknis dan bisnis untuk pengembangan solusi konten dan
aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia nantinya. Bandung Digital
Valley juga dipergunakan untuk merangsang pertumbuhan industri kreatif digital
di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia membangun Bandung Digital Valley.
Diharapkan akan lahir banyak produk-produk kreatif digital dari pusat inkubasi
ini. Bandung Digital Valley terhitung masih muda, karena diresmikan oleh Telkom
pada tanggal 20 Desember 2011 lalu. Pada
pertemuan Selasa lalu, Bapak Indra juga menjelaskan tentang alur membership di
Bandung Digital Valley, seperti bagan di bawah ini :
Foto-Foto
Kunjungan Telkom :
1.
Di
ruang server Bandung
Digital Valley
2.
Di Bandung Digital Valley & Risti Telkom :